Minggu, 24 September 2017

SUSPENSI

   Suspensi adalah komponen yang berfungsi meredam kejutan/getaran yang terjadi pada kendaraan. Suspensi terletak diantara bodi kendaraan dengan roda.

Fungsi - fungsi Suspensi: 
1. Untuk menambah kenyamanan dalam berkendara.
2. Untuk menstabilkan kendaraan saat melaju.
3. Untuk meredam getaran yang diakibatkan permukaan jalan yang tidak rata.
4. Untuk meredam kejutan yang diakibatkan permukaan jalan yang tidak rata.
5. Untuk tenaga dari kemudi ke roda-roda terhadap permukaan jalan yang tidak  rata.
6. Memindahkan gaya pengereman dan gaya gerak ke body melalui gesekan antara body dan roda-roda.
7. Menopang body pada axle dan memelihara letak geometris antara body dan roda-roda.
8. Selama berjalan, kendaraan secara bersama-sama dengan roda, menyerap getaran, oskilasi dan kejutan dari permukaan jalan, hal ini untuk melindungi penumpang dan barang agar aman serta menambah kenyamanan dan stabilitas.

A. OKSILASI BODI KENDARAAN
      Oksilasi adalah guncangan yang terjadi saat mobil melaju pada jalan yang tidak rata. Ada 4 macam peristiwa Oksilasi :
  1. Pitching adalah gerakan guncangan bagian depan dan belakang kendaraan bergerak naik dan turun terhadap titik pusat gravitasi kendaraan. Pitching bisa terjadi bila pegas yang di gunakan lemah.
  2. Bounching adalah gerakan memantul keatas dan kebwah dan melambung ke seluruh bodi pada permukaan jalan.
  3. Rolling adalah bergulirnya kendaraan kesalah satu sisi, sisi kiri dan kanan. Rollong dapat terjadi karena pegas yang terlalu lembut. 
  4. Yawing adalah bergeraknya kendaraan dengan arah ziz-zag.






SISTEM KEMUDI

Fungsi sistem kemudi adalah mengatur arah kendaraan dengan cara membelokan roda depan. Bila roda kemudi diputar steering column akan meneruskan tenaga putarnya ke steering gear. Steering gear memperbesar tenaga ini sehingga dihasilkan momen yang lebih besar untuk menggerakan roda depan melalui steering linkage.

Bagian - bagian sistem kemudi :
a. Steering column
    Steering column terdiri dari mainshaft yang meneruskan putaran roda kemudi ke steering gear dan column tube yang mengikat mainshaft ke bodi
    Steering mainshaft (batang utama kemudi)
      1. Steering-lock = menguncinya batang kemudi atau kita sering menyebutnya dengan kunci stang.
      2. Tilt Steering  = menyetel posisi vertikal roda kemudi.
      3. Telescopic Steering = mengatur panjang pendek mainshaft
   Steering column terbagi menjadi 2 jenis atau model, yaitu :
    a. Model Collapsible adalah tipe dimana saat mobil terjadi tumbukan secara frontal maka secara otomatis steer akan langsung bereaksi agar tubuh pengemudi tidak langsung mengenai roda kemudi.
    b. Model Non-Collapsible adalah pada tipe ini, mainshaft berhubungan secara langsung dengan steering gear box. Sehingga jenis konstruksi ini sangat cocok untuk kendaraan container. Tetapi dibalik kekuatan konstruksi tipe ini, sangatlah berbahaya karena apabila terjadi kecelakaan secara frontal maka mainshaft dapat langsung menghantam tubuh pengemudi.

Sabtu, 23 September 2017

KOMPONEN SUSPENSI

Komponen  - Komponen Suspensi terdiri :
1.   Pegas
2.   Shock Absorber
3.   Suspension Arm
4.   Ball Joint
5.   Bushing Karet
6.   Strut Bar
7.   Stabilizer Bar
8.   Lateral Control
9.   Control Arm
10. Bumper

Pegas
   Pegas berfungsi menyerap kejutan dari jalan dan getaran roda-roda agar tidak diteruskan ke body kendaraan secara langsung.
Ada 3 jenis pegas :
A. Coil Spring (Pegas Coil) = coil ini berbentuk spiral.

B. Leaf Spring (Pegas Daun) = coil ini terbuat dari bilah baja yang bengkok & lentur.


C. Torsion Bar Spring (Pegas Batang Torsi) = coil ini terbuat dari batang baja yang elastis terhadap puntiran.


Shock Absorber
         Shock Absorber berfungsi untuk meredam atau menyerap getaran pada jalan yang tidak rata.
Uraian :
  Apabila pada suspensi hanya terdapat pegas, kendaraan akan cenderung beroksilasi naik turun pada waktu menerima kejutan dari jalan. Akibatnya berkendaraan menjadi tidak nyaman. untuk itu shock absorber dipasang untuk meredam oksilasi dengan cepat agar memperoleh kenikmatan berkendara maupun cengkraman ban terhadap jalan.

Cara kerja :
  Didalam shock absorber terdapat cairan khusus yang disebut minyak shock absorber. Pada shock absorber tipe ini, gaya redamnya dihasilkan oleh adanya tahanan aliran minyak,karena melalui orifice (lubang kecil) pada waktu piston bergerak.

UNTUK TIPE SHOCK ABSORBER KLIK LINK INI >>>>>> TIPE - TIPE SHOCK ABSORBER.

Stabilize Bar
         Stabilizer berfungsi untuk :
a. Mengurangi kemiringan kendaraan akibat gaya sentrifugal pada saat kendaraan membelok
b. Meningkatkan traksi ban.

Letak Stabilizer
     Stabilizer biasanya dipasang pada kedua lower arm melalui bantalan karet dan linkage pada bagian tengah diikat ke frame atau bodi pada 2 tempat melalui bushing.

Cara  kerja :
  Bila roda kenan dan kiri bergerak ke atas dan kebawah secara bersamaan dengan arah dan jarak yang sama, stabilizer bar harus bebas dari puntiran.

  Umumnya pada saat kendaraan membelok, pegas roda bagian luar (outer spring) tertekan dan pegas roda bagian dalam(inner) mengembang. Akibatnya stabilizer bar akan terpuntir karena salah satu ujungnya tertekan keatas dan ujung lainnya bergerak kebawah. Batang stabilizer cenderung menahan terhadap puntiran. Tahanan terhadap puntiran ini berfungsi mengurangi body roll dan memelihara bodi dalam batas kemiringan yang aman.  

Strut Bar 
      Strut Bar berfungsi :
a. Menahan lower arm agar tidak bergerak maju atau mundur pada saat menerima kejutan dari permukaan jalan yang tidak rata atau dengan akibat terjadinya pengereman. 
b. Membuat mobil menjadi stabil saat tikungan maupun jalan lurus dalam kecepatan tinggi dan mengurangi limbung pada mobil ketika jalan bergelombang.

Letak Strut Bar
    Salah satu ujung strutbar dipasang pada lower suspension arm dan ujung lainnya diikat ke braket strut bar yang diikatkan ke body atau cross member melalui bantalan karet.

Cara kerja :
    Pada saat mobil menerima kejutan dari jalan yang tidak rata, strut bar akan menahan lower arm agar tidak bergerak maju ataupun mundur.


Lateral Control Rod
   Lateral Control Rod berfungsi untuk menahan axle pada posisinya terhadap beban dari samping.
letak lateral control ini dipasang diantara axle dan bodi kendaraan.
Cara Kerja : 
    Pada saat mobil bergoncang control rod menahan axle agar tetap pada posisinya.

Ball Joint 
     Ball Joint berfungsi :
a. Untuk menerima beban vertikal maupun lateral.
b. Sebagai sumbu putaran roda pada saat kendaraan membelok. 

Letak Ball Joint :
upper ball joint(terletak disamping upper suspension arm). Sedangkan lower ball joint terletak disamping lower suspension arm.

Cara kerja :
  Untuk menerima beban lateral maupun horizontal yang juga berfungsi sebagai sumbu putaran ketika kendaraan sedang berbelok.

Bumper
   Bumper berfungsi sebagai pelindung frame, axle shock absorber dan lain-lain. Pada waktu pegas mengerut dan mengemban diluar batas maksimumnya.

Letak Bumper : 
 Bumper terletak diantara ball joint dan suspension arm.

Cara kerja :
   Pada saat kendaraan melalui jalan yang berlubang/tonjolan besar, pegas mengerut dan mengembang secara berlebihan. Untuk itu bounding dan rebounding bumper dipasang sebagai pelindung pada waktu pegas mengerut dan mengembang diluar batas.